kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.007   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Upaya Stabilisasi, BI Sudah Beli SBN Rp 34,2 Triliun di Tahun Ini


Rabu, 21 Februari 2024 / 16:06 WIB
Upaya Stabilisasi, BI Sudah Beli SBN Rp 34,2 Triliun di Tahun Ini
ILUSTRASI. Sebagai upaya stabilisasi moneter, Bank Indonesia (BI) membeli surat berharga negara (SBN) yang dilepas asing.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai upaya stabilisasi moneter, Bank Indonesia (BI) membeli surat berharga negara (SBN) yang dilepas asing. 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, dari awal tahun 2024 hingga 20 Februari 2024, BI membeli SBN sebesar Rp 34,2 triliun. 

“Ini terdrii dari pembelian SBN di pasar perdana sebesar Rp 9,1 triliun dan Rp 25,1 triliun di pasar sekunder,” terang Destry dalam konferensi pers, Kamis (21/2) di Jakarta. 

Baca Juga: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 6,00% untuk Jaga Rupiah dan Inflasi

Gubernur BI Perry Warjiyo pun menambahkan, pembelian SBN di pasar perdana yang dimaksud adalah SBN syariah. 

Kata Perry, undang-undang memungkinkan untuk BI membeli sukuk yang dilepas oleh asing di pasar perdana, terutama yang tenor pendek. 

“UU memungkinkan, karena ada SBN yang tenor pendek. Ada yang satu tahun,” tutur Perry. 

Perry juga menegaskan kalau kini kepemilikan SBN oleh BI sudah tambah baik. Seiring dengan upaya stabilisasi oleh BI. 

Namun tentunya, pembelian ini dikoordinasikan dengan otoritas fiskal, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

“Jadi kalau asing jual SBN, kami akan lakukan pembelian. Namun, koordinasi dengan Menkeu agar pasar SBN stabil dan imbal hasil SBN gak naik. Ini juga malah turun,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×