kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Upaya Perluas Akses Ekonomi, Lembaga Sosial Bidik Pelaku Usaha Disabilitas


Minggu, 15 Februari 2026 / 18:33 WIB
Upaya Perluas Akses Ekonomi, Lembaga Sosial Bidik Pelaku Usaha Disabilitas
ILUSTRASI. Penyadang disabilitas netra belajar membaca dan menulis braille (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemberdayaan ekonomi kelompok rentan semakin menjadi perhatian berbagai lembaga sosial dan keuangan. Hal itu seiring masih terbatasnya akses pekerjaan formal bagi penyandang disabilitas.

Di Indonesia, kelompok tersebut kerap menghadapi tantangan berlapis. .Mulai dari stigma sosial hingga keterbatasan akses pelatihan dan permodalan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif inklusif yang tidak hanya berorientasi bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.

BSI Maslahat menjalankan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi kelompok disabilitas dalam sektor usaha mikro melalui pendekatan pendampingan dan dukungan modal.

Deputi Retail Financing Business BSI wilayah Surabaya, Yurri Leonardi, mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan peran yang lebih luas dari sekadar layanan finansial. 

Baca Juga: Genjot Aktivasi Coretax, Ditjen Pajak Undang Himbara dan BSI

"Peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil, termasuk dari kelompok disabilitas, penting agar mereka mampu berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar," ujar dia, dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2). 

Manager URO BSI Maslahat  wilayah Surabaya, Zaini Syam, menambahkan bahwa dukungan terstruktur dapat membantu melahirkan wirausaha mandiri yang memiliki daya saing. "Pendekatan yang digunakan dirancang aplikatif agar mudah diterapkan peserta dalam mengembangkan usaha," katanya. 

Selain pembekalan materi, peserta juga memperoleh dukungan modal sebagai stimulus awal untuk mengembangkan usaha. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong UMKM penyandang disabilitas agar dapat naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×