kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Uji Coba Transaksi Tol Non-tunai Tanpa Setop (MLFF) pada 1 Juni 2023 Batal Dilakukan


Selasa, 30 Mei 2023 / 18:58 WIB
Uji Coba Transaksi Tol Non-tunai Tanpa Setop (MLFF) pada 1 Juni 2023 Batal Dilakukan
ILUSTRASI. Transaksi Tol Non-tunai Tanpa Setop MLFF Batal Diuji Coba 1 Juni 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Uji coba transaksi tol non-tunai nirsentuh tanpa setop yakni Multi Lane Free Flow (MLFF) batal digelar pada 1 Juni 2023 di Jalan Tol Bali-Mandara.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Musfihin Dahlan, selaku pihak dari Badan Usaha Pelaksana (BUP) MLFF, di Jakarta, pada Selasa (30/05/2023).

"Semestinya uji coba MLFF pada 1 Juni di Bali, tapi kami dari BUP meminta maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Indonesia bahwa uji coba belum bisa kita laksanakan," jelasnya dikutip dari Antaranews.

Menurut dia, batalnya pelaksanaan uji coba tersebut karena teknologi sistem MLFF yang dipersiapkan untuk uji coba belum bisa memenuhi standar Key Performance Indicator (KPI) yang disepakati.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Penambahan 309,78 Km Jalan Tol Beroperasi Hingga 2023

"Garis besarnya adalah sistem ini menjamin 100 persen pendapatan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari tarif tol. Hingga beberapa hari menjelang tanggal 1 Juni, kita tidak bisa mendapatkan KPI 100 persen dari kontraktor utama yakni perusahaan Hongaria, Multi Contact Zrt.," bebernya.

Meski sudah diterapkan di Hongaria, teknologi tersebut tentu membutuhkan penyesuaian dengan kondisi dan lingkungan di Indonesia.

Apalagi, terdapat perbedaan yang paling mendasar tentang pengelolaan jalan tol di Indonesia dengan Hongaria.

Lanjut Musfihin, di Hongaria operator jalan tol berada di bawah kontrol penuh Pemerintah termasuk pembayarannya. Sementara di Indonesia dipegang BUJT.

"Karena itu tidak bisa serta-merta MLFF ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi BUJT di Indonesia. Itu yang saya kira perbedaan mendasar yang terjadi antara Hongaria dan Indonesia," katanya.

Selain itu, alasan tertundanya uji coba MLFF berkaitan dengan transfer teknologi yang belum dilakukan oleh pihak dari Hongaria.

RITS menginginkan proyek MLFF diserahkan kepada Pemerintah Indonesia secara utuh, sebagai teknologi yang dimiliki. Oleh karena itu seluruh prosesnya termasuk transfer teknologi harus diserahkan.

Baca Juga: BPJT Menargetkan Akan Tersambung Jalan Tol Sepanjang 3.196 Km di 2024

"Sampai hari ini kami belum bisa mendapatkan repository dan source code dari pengembang (Hongaria). Kedua hal tersebut penting karena bagaimana pemerintah Indonesia nantinya bisa mengontrol dan tim kami dari Indonesia mengontrol dalam development dari sistem ini," terangnya.

Dia pun mengaku telah melaporkan hal ini kepada Pemerintah Indonesia sekaligus meminta untuk melakukan review terhadap program MLFF.

"Supaya ke depannya bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah dan harapan operator jalan tol di Indonesia serta tentunya harapan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Untuk diketahui, PT RITS merupakan perusahaan yang dibentuk Roatex Ltd Zrt asal Hongaria selaku pemenang lelang proyek MLFF.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Transaksi Tol Non-tunai Tanpa Setop MLFF Batal Diuji Coba 1 Juni 2023"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×