kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Turis lewat Bandara Internasional Lombok naik 171%


Selasa, 02 September 2014 / 07:30 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah pepaya untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sektor pariwisata Indonesia masih menjadi salah satu primadona penyumbang devisa negara yang besar. Bahkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari-Juli 2014, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia mencapai 5,33 juta, meningkat 9,37% dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama 2013.

Namun, ada yang menarik dari data BPS tersebut, kenaikan tertingi kunjungan wisman bukan ada di pintu masuk Bandara Ngurah Rai Bali, melainkan di Bandara Internasional Lombok (BIL) Nusa Tenggara Barat.

"Presentase kenaikan tertinggi tercatat di pintu masuk Bandara Internasional Lombok sebesar 171,18%," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (1/9). 

Sementara itu, dari 19 pintu masuk utama wisman, Bandara Ngurah Rai menempati posisi ke-5 kenaikan persentase kunjungan wisman. Posisi tersebut berada di bawah Bandara BIL, Bandara Minangkabau 23,44%, Bandara Adi Sucipto 20,78%, dan Bandra Sultan Syarif Kasim II dengan kenaikan kunjungan wisman sebesar 20,53%.

Meskipun kenaikan persentasi kunjungan wisman berada di Lombok, Bali tetaplah menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi. Dari Januari-Juli 2014, wisman yang masuk ke Bali mencapai 2.068.921. Sementara wisman yang masuk ke Bandara Internasional Lombok hanya 40.519 wisman.

Dari 777.200 kunjungan wisman yang datang ke Indonesia pada Juli 2014, di antaranya dilakukan oleh wisman dari Australia sebesar 13,95%, Tiongkok 13,34%, Singapura 12,36%, Malaysia 9,92%, dan Jepang 4,85%. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×