kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Transparansi pemilikan saham, hedging euro


Selasa, 24 Oktober 2017 / 08:15 WIB
Transparansi pemilikan saham, hedging euro


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan memperluas penerapan beneficial ownership (BO).  Pemerintah segera mengeluarkan peraturan presiden (perpres) untuk akses keterbukaan melalui beneficial ownership demi meningkatkan transparansi kepemilikan perusahaan penerima manfaat dari aktivitas perekonomian.

Sebenarnya, negara-negara G20 hanya menerapkan aturan ini untuk transparansi pemilikan usaha di sektor pertambangan dan migas. Namun, pemerintah Indonesia akan memperluasnya. Kemana? Lalu apa tujuannya?

Simak berita lengkapnya di halaman 2 Harian KONTAN edisi 24 Oktober 2017.

Kami juga memberitakan tentang protes para pegiat antirokok terkait kenaikan cukai tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan tarif cukai hasil tembakau tahun 2018 naik 10,04% dari tahun ini. Kenapa pegiat antirokok malah memprotesnya?

Lalu ada juga berita tentang layanan lindung nilai terbaru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), yakni untuk mata uang euro. Padahal, penggunaan euro oleh pebisnis Indonesia masih minim. Kenapa BI mengeluarkan layanan itu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×