kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Total Nilai Transaksi LCT Mencapai Ekuivalen US$ 3,7 Miliar hingga Juli 2023


Kamis, 24 Agustus 2023 / 18:22 WIB
Total Nilai Transaksi LCT Mencapai Ekuivalen US$ 3,7 Miliar hingga Juli 2023
ILUSTRASI. Rata-rata jumlah transaksi penggunaan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) makin meningkat.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rata-rata jumlah transaksi penggunaan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) makin meningkat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, dari awal 2023 hingga akhir Juli 2023, tota nilai transaksi LCT ekuivalen US$ 3,7 miliar.

Jumlah tersebut meningkat ekuivalen US$ 500 juta atau 15,62% bila dibandingkan dengan total nilai transaksi pada bulan sebelumnya.

Destry juga berbangga. Pasalnya, 2023 baru tujuh bulan berjalan, tetapi total nilai transaksi LCT pada tahun berjalan sudah mendekati total nilai transaksi di sepanjang tahun lalu.

"Hingga Juli 2023, transaksi sudah mencapai ekuivalen US$ 3,7 miliar. Dibandingkan sepanjang tahun lalu yang ekuivalen US$ 4,1 miliar," terang Destry saat ditanya awak media, Rabu (24/8).

Baca Juga: Semester I-2023, Total Nilai Transaksi LCT Sudah Mencapai US$ 3,2 Miliar

Hingga kini, Indonesia sudah memiliki kerja sama LCT dengan lima negara, yaitu Malaysia, Jepang, Thailand, China, dan yang terbaru Korea Selatan.

Karena baru saja meneken nota kesepahaman, BI belum mencatat adanya transaksi dengan Korea Selatan.

Namun, bila menilik daftar negara yang telah menjalin kerja sama dengan BI tersebut, Destry menyebut transaksi dengan Malaysia adalah yang paling tinggi.

"(Dengan) Malaysia adalah yang paling agresif. Penggunaannya bisa bervariasi baik dari segmen kecil dan besar," ungkapnya.

Sedangkan bila menilik jumlah pelaku, hingga bulan Juli 2023, jumlah pelaku yang sudah menggunakan LCT mencapai 2.178 atau meningkat 8,14% dari bulan sebelumnya.

Ke depan, Destry yakin penggunaan LCT akan makin masif. "Kami optimistis jumlah transaksi LCT bisa makin meningkat," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×