kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tito: Kami berkomitmen terus melakukan pembenahan


Senin, 10 Juli 2017 / 15:18 WIB
Tito: Kami berkomitmen terus melakukan pembenahan


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Polri menyatakan, berkomitmen untuk terus membenahi internal mereka. Mereka juga siap untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki kultur kerja mereka. Kesiapan tersebut dinyatakan Tito Karnavian, Kapolri saat peringatan Hari Bhayangkara ke-71, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi agar korps tersebut terus membenahi manajemen internal, menekan budaya negatif, korupsi dan arogansi kewenangan.

Tito mengatakan, perbaikan kinerja Polri saat ini sudah mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah. Dukungan pertama, dari sisi anggaran. Dalam tiga tahun, anggaran Polri telah naik dua kali lipat dari Rp 44 triliun menjadi Rp 84 triliun.

Dukungan kedua, perbaikan kesejahteraan anggota Polri. Tito mengatakan, pemerintah dalam dua tahun telah menaikkan remunerasi anggota Polri dari 33% menjadi 53,4%. Selain itu, anggota Polri juga sudah dijadikan anggota BPJS yang membuat mereka bisa berobat di rumah sakit tanpa harus membayar.

"Kami ucapkan terimakasih kepada presiden yang telah bimbing upaya perbaikan Polri, untuk itu, kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja melalui profesionalisme dan perbaikan kultur yang lebih positif," katanya.

Presiden dalam peringatan Hari Bhayangkara ke- 71 memerintahkan kepada Polri untuk memperbaiki manajemen internal mereka. Jokowi juga memerintahkan korps tersebut untuk menekan budaya negatif, baik berupa korupsi maupun penggunaan budaya kekerasan. "Tekan juga arogansi kewenangan," katanya.

Selain perintah tersebut, Jokowi juga mengeluarkan empat perintah lain. Pertama, mantabkan solidaritas internal dan profesional Polri untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Kedua, optimalkan modernisasi Polri dengan menggunakan teknologi informasidalam pelayanan publik. Ketiga, meningkatkan kesiagaan operasional melalui upaya deteknsi dini dan deteknsi aksi dengan strategi serta kelincahahan dalam menghadapi perkembangan jaman.

Keempat, meningkatkan kerjasama, koordinasi dan komunikasi dengan semua elemen masyarakat agar keamanan, ketertiban masyarakat bisa tercipta secara kondusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×