kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.124   10,00   0,06%
  • IDX 7.512   53,66   0,72%
  • KOMPAS100 1.039   10,21   0,99%
  • LQ45 747   0,76   0,10%
  • ISSI 272   3,18   1,18%
  • IDX30 400   -0,41   -0,10%
  • IDXHIDIV20 487   -3,59   -0,73%
  • IDX80 116   0,70   0,60%
  • IDXV30 135   -0,16   -0,12%
  • IDXQ30 128   -0,96   -0,75%

Chatib: Perlu ada program hari tanpa BBM subsidi


Rabu, 24 September 2014 / 11:40 WIB
Promo J.CO terbaru 7-20 April 2023 spesial Ramadhan untuk donut dan iced chocolate dengan harga spesial di akhir pekan ini.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri menilai volume konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masih akan menjadi ancaman pemerintahan baru. Meskipun pemerintahan terpilih nanti menaikan harga jual BBM bersubsidi pada bulan November 2014.

Chatib bilang, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi baru akan terasa dalam waktu tiga bulan, setelah kebijakan menaikan harga. "Kalau dalam waktu satu bulan, konsumsinya tidak akan turun signifikan," ujarnya, Selasa (24/9) di Jakarta.

Dengan begitu pemerintah baru masih harus melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsidi, jika ingin konsumsi di bawah kuota 46 juta kilo liter. Sebelumnya PT Pertamina memperkirakan akan terjadi over kuota konsumsi sebesar 1,62 juta kl.

Karena itu, kuota yang ada tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga akhir tahun. Akibatnya, untuk premium kuota yang ada hanya cukup hingga tanggal 25 Desember 2014.

Chatib bilang, jika ada hari tanpa BBM bersubsidi masyarakat akan memenuhi kebutuhannya dengan membeli BBM non subsidi, dengan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, diperkirakan bakal ada dampak kenaikan inflasi meskipun tidak terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×