kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Tim Independen: BG bukan inisiatif Presiden Jokowi


Rabu, 28 Januari 2015 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Harga Mobil Bekas Toyota Avanza Lawas per Agustus 2023, Cermati MPV Keluarga Ini. Pho KONTAN/Achmad Fauzie


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pengajuan nama Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, ternyata bukan murni karena inisiatif presiden. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Independen kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Kepolisian RI (Polri), Buya Syafi'I Ma'arif.

Menurut Buya Syafi'I, pihaknya telah menerima informasi dari pihak lain, bukan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kalau mau jujur, pengajuan BG bukan inisiatif presiden," ujarnya Buya Syafi'I, Rabu (28/1) di Istana Negara, Jakarta.

Buya tidak menjelaskan, pihak mana yang sebetulnya berinisiatif mengajukan nama BG. Ia beralasan ingin menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak tersebut. Namun menurutnya, hal itu sudah menjadi rahasia umum.

Disebutkan, Jokowi diminta tidak hanya tunduk terhadap partai saja. Sebab Ia merupakan presiden pilihan rakyat, jadi harus mengutamakan kepentingan orang banyak, bukan partai. 

Walau begitu kondisi ini memberatkan Jokowi. "Berat ini pak Jokowi, diusung partai tapi bukan tokoh partai," ujarnya.

Oleh karenanya, tim independen mengusulkan kepada Presiden Jokowi, untuk tidak melantik BG. Tim Independen juga telah menyampaikan usulan nama, sejumlah jenderal polisi berbintang tiga, namun lagi-lagi Buya enggan menyebut nama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×