kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45777,08   1,78   0.23%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Tiga tantangan ekonomi saat ini, dari kacamata MPR


Kamis, 16 Agustus 2018 / 10:16 WIB
Tiga tantangan ekonomi saat ini, dari kacamata MPR
ILUSTRASI. Pimpinan MPR

Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menggarisbawahi ada tiga tantangan perekonomian nasional yang perlu menjadi fokus pemerintah saat ini.

Hal itu diungkapkan Zulkifli dalam m pidato sidang tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Ketiga hal itu adalah pertama, adalah masalah kesenjangan ekonomi.

Menurutnya, penurunan gini ratio yang dicapai oleh pemerintah dari sekitar 0.41 menjadi 0.39 saat ini patut disyukuri. Tapi angka itu masih perlu diperhatikan.

"(Penurunan) ini terjadi akibat turunnya pendapatan masyarakat kelas atas ketimbang naiknya pendapatan masyarakat kelas bawah," ungkapnya, Kamis (16/8).

Sehingga yang sangat perlu diperhatikan adalah golongan miskin dan hampir miskin masih sangat besar jumlahnya. Golongan ini sangat rentan terhadap perubahan harga. Oleh karena itu, Pemerintah perlu menjaga harga-harga barang kebutuhan rumah tangga agar daya beli mereka tidak tergerus.

Kedua, adalah masalah stabilitas dan defisit transaksi berjalan. Pasalnya, defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini makin membesar. Per kuartal II 2018, CAD  tercatat sebesar US$ 8 miliar atau 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 5,7 miliar atau 2,2% dari PDB. Sehingga, pemberdayaan ekonomi kecil dan mikro perlu terus dikembangkan, di antaranya melalui fasilitas kredit, fasilitas produksi dan pasar, termasuk bantuan pemasaran dan teknologi agar mereka tumbuh dan berkembang.

Kesempatan berusaha dari kebijakan perluasan pembangunan infrastruktur juga harus didistribusikan secara luas ke daerah melalui usaha swasta besar, menengah, dan kecil.

Yang terakhir, adalah masalah pengelolaan utang. Menurut Zulkifli, Pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah krisis sejak dini. Ini menjadi penting dalam kerangka menjaga ketahanan ekonomi.

"Kita perlu melakukan pengetatan Prediksi perekonomian secara cermat, terukur, dan akuntabel, di antaranya mengenai nilai tukar rupiah dalam perekonomian global, penguatan-penguatan di sektor industri, pembatasan arus impor, serta peningkatan daya saing komoditas dan peningkatan daya ekspor kita," tambah dia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×