kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Thailand harap jual beli beras diteken Agustus


Kamis, 21 Juni 2012 / 11:08 WIB
Thailand harap jual beli beras diteken Agustus
ILUSTRASI. Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. 


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah Thailand berharap perjanjian jual beli beras dengan pemerintah Indonesia bisa disepakati dalam dua bulan mendatang atau Agustus nanti. Kesepakatan ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman jual beli beras yang diteken pada Februari lalu.

Dalam nota kesepahaman itu, Thailand akan menjual sebanyak 1 juta ton beras ke Indonesia. Menteri Perdagangan Thailand Boonsong Teriyapirom mengatakan pemerintahnya berencana menjual beras sebanyak 300.000 ton dalam skema government to government pada semester pertama 2012.
Menurut Teriyapirom, Thailand ingin menjual sebanyak 3 juta ton beras dalam skema government to government pada tahun ini.

Dua hari lalu (19/6), Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menegaskan, pemerintah belum memutuskan akan mengimpor beras tahun ini dari Thailand. Dalam pertemuan besok, kedua negara tidak hanya membicarakan masalah beras tapi perdagangan secara umum. "Seandainya membicarakan beras, pemerintah tetap tidak langsung memutuskan impor dari Thailand karena memiliki pertimbangan seperti produksi dalam negeri," katanya kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×