kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Tersangka korupsi pengadaan Al Quran minta maaf


Senin, 02 Juli 2012 / 15:41 WIB
ILUSTRASI. Sepeda lipat Element Ecosmo Z8


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran Zulkarnaen Djabar meminta maaf kepada seluruh pihak terutama Partai Golongan Karya (Golkar). Politisi Partai Golkar ini mengakui berbuat khilaf sebagai manusia.

"Sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan, saya minta maaf jika ada yang shock dan kaget dengan peristiwa ini. Tolong terima maaf saya," ucap Zulkarnaen, Senin (2/7).

Anggota Komisi VIII DPR ini menolak menjelaskan kasus yang menimpa dirinya tersebut. Dia beralasan kasus tersebut sudah ditangani KPK. Yang jelas, dia mengatakan, kasus korupsi ini tidak terkait Partai Golkar.

Ketika ditanya mengapa harus melakukan korupsi dalam pengadaan kitab suci itu, Zulkarnaen lantas meminta wartawan bertepuk tangan. "Mari kita tepuk tangan saja untuk semua," katanya sembari tersenyum.

Zulkarnaen berjanji tidak akan melarikan diri. Anggota Badan Anggaran DPR ini berjanji akan memberikan klarifikasi dan penjelasan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Begitu pula dengan anaknya, Dendy Prasetya.

Zulkarnaen dan Dendy telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tersebut. Keduanya diduga terlibat pengaturan proyek pengadaan kitab suci tersebut di Kementerian Agama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×