kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terpopuler: STNK tak bisa diaktifkan lagi, Prospek saham CPO pasca boikot India


Rabu, 15 Januari 2020 / 18:50 WIB
Terpopuler: STNK tak bisa diaktifkan lagi, Prospek saham CPO pasca boikot India
ILUSTRASI. STNK model baru yang disebut akan berubah menjadi kartu

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sosok Harry Prasetyo: Mantan bos Jiwasraya dan pernah masuk lingkaran Istana

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menerima permintaan cekal sejumlah nama dari Kejaksaan Agung berkaitan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dari sepuluh nama yang, mantan Direktur Keuangan Harry Prasetyo disebut-sebut dalam daftar cekal dengan inisial HP. 

Sembilan nama lainnya yakni HR, DYA, MZ, DW, GL, ER, AS, BT, dan HH. Nama Harry Prasetyo sendiri sempat jadi bahan perbincangan lantaran diketahui pernah masuk dalam lingkaran Istana. Harry diketahui pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden ( KSP).

Artikel selengkapnya: Sosok Harry Prasetyo: Mantan bos Jiwasraya dan pernah masuk lingkaran Istana

Belum banyak dilirik, saham lapis kedua lebih cocok untuk diversifikasi investasi

Saham-saham emiten kecil dan menengah belum dilirik oleh investor. Hal ini tercermin dari indeks Pefindo25 yang terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun ini yakni sebesar 3,38%.

Asal tahu saja,  Pefindo25 merupakan indeks yang mengukur performa harga saham dari 25 emiten kecil dan menengah dengan kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi. Total aset yang harus dimiliki emiten untuk masuk  dalam indeks ini minimal Rp 10 triliun.

Artikel selengkapnya: Belum banyak dilirik, saham lapis kedua lebih cocok untuk diversifikasi investasi


Tag


TERBARU

Close [X]
×