kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terpopuler: Penguatan rupiah jadi dilema, Heru Hidayat kembalikan kerugian Asabri


Rabu, 29 Januari 2020 / 07:35 WIB
Terpopuler: Penguatan rupiah jadi dilema, Heru Hidayat kembalikan kerugian Asabri
ILUSTRASI. Kurs rupiah terus menguat terhadap dollar AS. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut adalah sejumlah artikel terpopuler di Kontan.co.id:

Sri Mulyani menilai penguatan nilai tukar rupiah jadi dilema, kenapa?

Nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah kisaran Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga hari ini. Selain menimbulkan deviasi terhadap asumsi dasar kurs rupiah yang ditetapkan sebesar Rp 14.400  pada APBN 2020, ada dilema lain di balik kuatnya mata uang Garuda tersebut. 

Di pasar spot, nilai tukar rupiah hari ini ditutup pada Rp 13.644 per dollar AS. Meski lebih lemah dibandingkan posisi hari sebelumnya, namun nilai tukar rupiah tercatat masih mengalami apresiasi sebesar 1,6% secara  year-to-date (ytd). 

Artikel Selengkapnya: Sri Mulyani menilai penguatan nilai tukar rupiah jadi dilema, kenapa?

Antisipasi terjerat kasus Asabri, Heru Hidayat akan kembalikan kerugian negara

Belum selesai kasus Asuransi Jiwasraya, kini Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat juga tersandung masalah di Asabri. 

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tengah melakukan audit investigasi terkait kesalahan pengelolaan dana serta investasi di Asabri.

Artikel Selengkapnya: Antisipasi terjerat kasus Asabri, Heru Hidayat akan kembalikan kerugian negara

Mengenal BlueDot, startup yang pertama mendeteksi penyebaran virus corona

Virus corona baru tengah menjadi perhatian dunia. Tapi ternyata, keberadaan virus mematikan itu sudah terdeteksi sejak akhir Desember 2019 oleh BlueDot, startup bidang kesehatan.

Blue Dot telah menyampaikan informasi keberadaan virus corona baru lebih awal. KompasTekno melansir Wired, startup ini menggunakan algoritma khusus dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). yang bisa menjelajahi laporan berita berbahasa asing tentang jaringan penyakit hewan dan tumbuhan.

Artikel Selengkapnya: Mengenal BlueDot, startup yang pertama mendeteksi penyebaran virus corona




TERBARU

Close [X]
×