kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terpopuler: BEI suspensi tiga saham. China isolasi Kota Wuhan


Kamis, 23 Januari 2020 / 18:59 WIB
Terpopuler: BEI suspensi tiga saham. China isolasi Kota Wuhan
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (13/1).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah artikel yang Kontan.co.id angkat hari ini jadi kabar terpopuler. Misalnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan tiga saham.

Lalu, Pemerintah China memutuskan untuk mengisolasi Kota Wuhan, tempat virus corona pertama muncul. Nah, berikut lima artikel Kontan.co.id yang menjadi kabar terpopuler:

Patuhi keputusan OJK, BEI suspensi tiga saham mulai Kamis (23/1) hari ini

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau melakukan suspensi terhadap tiga efek di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan Kamis (23/1) hari ini. Ketiga saham tersebut adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), saham PT SMR Utama Tbk (SMRU), serta saham dan waran seri II PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM dan TRAM-W).

Suspensi tiga efek ini menyusul penghentian sementara dua lainnya, yaitu efek PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP). Suspensi terhadap efek Hanson International yang meliputi saham biasa (MYRX) dan saham seri B/saham preferen (MYRX-P) berlaku di seluruh pasar sejak 16 Januari 2020. Penghentian sementara tersebut dilakukan akibat gagal bayar atas pinjaman individual perusahaan.

Artikel selengkapnya: Patuhi keputusan OJK, BEI suspensi tiga saham mulai Kamis (23/1) hari ini

Beda Nasib Jiwasraya dan Bumiputera

 

Kasus Jiwasraya yang merebak saat ini mengundang perhatian semua pihak. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jiwasraya menjadi pertaruhan kredibilitas, khususnya pemerintah. Pasalnya, selain Jiwasraya merupakan perusahaan negara, sejumlah pemegang polisnya ternyata ratusan warga negara asing.Sebelum Jiwasraya, Bumiputera sudah di bawah sorotan media massa sejak 2016 lalu.

 

Bumiputera juga mengalami penundaan pembayaran klaim. Terkait Bumiputera, pemerintah sendiri memilih diam, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPR yang membentuk panitia kerja (panja).

Artikel selengkapnya: Beda Nasib Jiwasraya dan Bumiputera




TERBARU

Close [X]
×