kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Terkait Jaksa pemeras, Bahalwan masih bungkam


Kamis, 30 Januari 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Senam SKJ untuk Kesehatan. KONTAN/Fransiskus SImbolon


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Kejaksaan Agung mengaku kesulitan, untuk mengungkap jaksa yang dituding mengintimidasi dan memeras seorang tersangka kasus korupsi, Muhammad Bahalwan.

Pasalnya, menurut klaim Jaksa Agung Basrief Arief, Bahalwan sendiri tak mau memerinci identitas jaksa yang dimaksud.

"Kami sudah melakukan pengecekan terhadap laporan (Bahalwan) itu. Tapi, dari penjelasan Bahalwan sendiri, kami belum memiliki gambaran jelas mengenai identitas oknum jaksa itu," kata Basrief Arief, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Namun, Basrief berjanji bakal tetap melakukan penelisikan terhadap tudingan tersebut. Dengan catatan, Bahalwan mau memberikan indentitas lengkap oknum jaksa yang melakukan pemerasan tersebut.

"Saya katakan silakan saja (ungkap jati diri oknum jasa pemeras). Kalau sudah jelas, saya akan ambil sikap, bakal kami tindak," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bahalwan, tersangka baru kasus dugaan korupsi pengerjaan proyek Life Time Extension (LTE) Flame Turbin GT 2.1 dan 2. 2 di Belawan, Sumatera Utara, mengaku diperas oknum jaksa.

Bahalwan mengakui, diminta uang suap sebesar Rp 10 miliar. "Kalau tidak (benar), untuk apa saya berbicara seperti itu?" kata Bahalwan, di Jakarta, Selasa (28/1/2014). (Andri malau/Reza Gunadha)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×