kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Terkait Adanya Geng Pajak Rafael Alun, Ini Kata Kementerian Keuangan


Kamis, 09 Maret 2023 / 12:44 WIB
Terkait Adanya Geng Pajak Rafael Alun, Ini Kata Kementerian Keuangan
ILUSTRASI. Dalam investigasi harta kekayaan Rafael Alun, Kemenkeu belum menemukan afiliasi Rafael dengan pegawai pajak lainnya.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada anggota geng di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diduga masih berkaitan dengan Rafael Alun Trisambodo (RAT).

Menanggapi hal tersebut, Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Numawan Nuh mengatakan, dalam melakukan investigasi terhadap harta kekayaan Rafael Alun, pihaknya belum menemukan afiliasi Rafael dengan pegawai pajak lainnya.

"Sampai sejauh ini untuk penaganan saudara RAT, memang kami belum melihat keterkaitan dengan pegawai Kemenkeu. Jadi, RAT lebih kepada pihak terafilisasi misalnya teman SMA, kakak-adik, orang tua. Jadi kami melihatnya seperti itu," ujar Awan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (8/3).

Baca Juga: Kemenkeu Buka Suara Terkait Transaksi Janggal Pegawai Kemenkeu Rp 300 Triliun

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Keuangan Yustinus Prastowo juga tidak mengetahui adanya dugaan geng pajak yang berkaitan dengan Rafael Alun. Namun, pihaknya saat ini tengah menunggu perkembangan pemeriksaan dari KPK.

"Saya juga tidak ngerti kalau geng-gengan. Saya rasa itu nanti kita tunggu pemeriksaan KPK saja, kan yang menyampaikan KPK. Kita hormati, kita tunggu perkembangan di sana," kata Prastowo dalam acara yang sama.

Sebelumnya, KPK melaporkan bahwa dalam menyamarkan harta kekayaannya, Rafael diduga menggunakan modus nama orang lain yang disebut nominee. Adapun nominee yang dimaksud adalah konsultan pajak dan sekaligus geng seangkatan yang diketahui ada di luar negeri.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil menelusuri semua transaksi rekening milik Rafael Alun Trisambodo. Dari hasil penelusuran, Rafael akun memiliki mutasi transaksi rekening dengan nilai yang fantastis dalam periode empat tahun.

Baca Juga: Sebanyak 69 Pegawai Kemenkeu Memiliki Harta Tak Wajar

Ketua PPATK Ivan Yustiavanda mengatakan telah membekukan lebih dari 40 rekening Rafael Alun dan juga orang dekat Rafael, seperti anak dan istri dengan nilai transaksi sekitar Rp 500 miliar pada periode 2019 hingga 2023. Ivan menjelaskan, pemblokiran rekening tersebut sebagai bagian dari kebutuhan analisis.

"Nilai mutasi rekeningnya dalam periode 2019-203 sekitar Rp 500 miliar. Bukan nilai dana," ujar Ivan kepada Kontan.co.id, Selasa (7/3).

Sebagai informasi, nama Rafael Alun mendadak ramai ketika anaknya, Mario Dandy Satrio melakukan penganiayaan kepada David di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Buntut kasus tersebut, harta kekayaan yang dimiliki Rafael juga terkuak dan dinilai tak wajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×