kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.944   -98,00   -0,54%
  • IDX 6.356   36,38   0,58%
  • KOMPAS100 835   3,42   0,41%
  • LQ45 634   -1,13   -0,18%
  • ISSI 220   2,49   1,14%
  • IDX30 356   -1,07   -0,30%
  • IDXHIDIV20 435   -3,88   -0,88%
  • IDX80 95   0,23   0,24%
  • IDXV30 120   -0,55   -0,46%
  • IDXQ30 113   -0,53   -0,46%

Terjerat modus asmara, Bea Cukai: 70% korban penipuan via media sosial adalah wanita


Selasa, 03 Maret 2020 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi penipuan online. Penipuan atas jasa barang kiriman yang ditawarkan lewat media sosial marak terjadi. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Untuk mewaspadai penipuan otoritas menyarankan setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. 

Pertama adalah dengan mengenali rekening yang digunakan pelaku. Untuk diketahui, pembayaran bea masuk dan pajak impor langsung ke rekening penerimaan negara menggunakan dokumen Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak (SSPCP). 

Baca Juga: Ditjen Bea Cukai rampungkan profil perusahaan bebas izin impor

Kedua, adalah dengan memanfaatkan laman pengecekan di www.beacukai.go.id/barangkiriman untuk mengetahui apakah kiriman dari luar negeri benar-benar ada.

Ketiga, jangan ragu untuk melaporkan ke Bea Cukai apabila dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai. Bea Cukai sangat mudah dihubungi, baik lewat sosial media melalui fanspage www.facebook.com/beacukaiRI.

Lalu www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI, Twitter @BravoBeaCukai serta Instagram @BeaCukaiRI. Selain itu tersedia juga contact center Bea Cukai di 1500225 dan email info@customs.go.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×