kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.745   38,00   0,23%
  • IDX 8.725   77,96   0,90%
  • KOMPAS100 1.201   7,76   0,65%
  • LQ45 849   2,62   0,31%
  • ISSI 314   5,12   1,66%
  • IDX30 437   0,17   0,04%
  • IDXHIDIV20 510   -0,25   -0,05%
  • IDX80 133   0,91   0,68%
  • IDXV30 140   0,61   0,44%
  • IDXQ30 140   -0,01   -0,01%

Teken MoU dengan PBNU, Teten Ingin Cetak Wirausaha Baru Lewat Pesantren


Jumat, 18 Februari 2022 / 19:22 WIB
Teken MoU dengan PBNU, Teten Ingin Cetak Wirausaha Baru Lewat Pesantren
Menkop dan UKM Teten Masduki dan Menterui BUMN Erick Thohir saat kerja sama antara pemerintah dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis, 17 Februari 2022.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Menurut hasil pemetaan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, pada tahun 2020 dan 2021 terdapat 90,48% dari 11.868 pesantren sudah memiliki unit usaha. Bahkan sebanyak 2,58% pesantren memiliki 3-5 jenis usaha.

Tahun 2022 ini, sambung Teten pihaknya ingin mewujudkan Pemulihan Transformatif pada UMKM dan Koperasi. Yaitu, pemulihan yang tidak sekadar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi, tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang.

Baca Juga: Sederhana dan Mudah! Ini Cara Mengatasi Sakit Gigi di Rumah

Ke depan KemenKopUKM akan menyasar langsung pelaku UMKM dan koperasi anak muda, perempuan, dan fokus untuk mendukung pengembangan usaha ramah lingkungan. Tentunya keterlibatan santri-santri muda dan alumni pesantren sangat diharapkan.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berharap, kerja sama tak hanya mendorong peningkatan kualitas SDM, tapi juga membangun kemandirian ekonomi pondok pesantren. "Semoga MoU dengan KemenKopUKM membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat, serta bangsa dan negara," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×