kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Tekanan rupiah tak besar, BI dinilai tak perlu naikkan suku bunga acuan


Selasa, 19 Februari 2019 / 14:33 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia diprediksi tak akan menaikkan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate dalam rapat dewan gubernur yang digelar pertengahan pekan ini. Ada sejumlah faktor yang mendorong BI untuk mempertahankan suku bunganya.

Project Consultant Asian Development Bank Institute Eric Sugandi menilai Bank Indonesia (BI) tidak perlu menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7-DRRR) pada rapat dewan gubernur (RDG) kali ini.

Alasannya, "Tekanan terhadap rupiah dari eksternal tidak terlalu besar," jelas Eric Sugandi saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (19/2).

Di sisi lain, inflasi juga masih terkendali. Tahun lalu inflasi tercatat 3,13%. Terkait kenaikan suku bunga, BI mesti melihat pergerakan fed fund rate (FFR) alias suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

"Menurunkan BI7-DRRR saat ini juga terlalu cepat karena risiko eksternal, terutama kenaikan US FFR masih tetap ada walau sekarang relatif tidak besar," jelas Eric.

Ke depan, BI perlu memperhatikan pertumbuhan ekonomi global. Walaupun pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat tahun ini, tren suku bunga di AS dan negara-negara masih akan naik meskipun tidak tinggi.

Saat ini para pelaku pasar sudah mengantisipasi FFR akan naik walau tidak tinggi.

Selain itu, perlambatan ekonomi China juga perlu diperhatikan. Ada kemungkinan China menurunkan suku bunga bila pertumbuhan ekonominya terus melambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×