kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tekan impor beras, Jokowi rela popularitas turun


Sabtu, 18 April 2015 / 09:15 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi persaingan usaha yang sehat


Sumber: Antara | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SURABAYA. Presiden Joko Widodo mengatakan, kenaikan harga beras beberapa waktu lalu sudah diperkirakannya akibat permainan spekulan di pasar beras.

"Desember ke Januari ada usul ke saya, posisi stok beras bahaya, kita harus impor. Sebentar saya cek dulu lalu saya putuskan ini masih berani sampai panen raya, yang terjadi spekulasi harga beras jadi naik, ini risiko yang harus diambil saya jadi tidak populer," kata Jokowi di Masjid Nasional Al-Akbar Kota Surabaya, Jumat (17/4) malam.

Di hadapan sekitar 2.000 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang sedang merayakan Hari Lahir ke-55 dan Muktamar Pergerakan, Jokowi mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun Indonesia menjadi importir 3,5 juta ton beras per tahun. Oleh karena itu, pada akhir tahun lalu ia mengambil risiko untuk menyetop impor meski paham akan dampak kenaikan harga yang pasti akan terjadi.

"Kalau impor, petani kita jadi malas berproduksi. Ini saya sering sulit jelaskan tapi harus saya jelaskan secara gamblang, kalau tidak impor harga naik kalau impor petani jadi tidak rajin berproduksi," kata dia.

Menurut Jokowi, hal yang sama juga terjadi pada komoditas pertanian strategis yang lain seperti jagung dan kedelai. "Perlu perubahan total cara-cara kita berproduksi," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan beberapa isu termasuk soal pengalihan subsidi BBM, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, hingga meredam radikalisme dan terorisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×