Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding BUMN Pangan ID FOOD akan menjadi distributor tingkat dua (D2) yang menyalurkan MinyaKita ke pasar dalam waktu dekat.
Hal itu dilakukan dalam merespon kenaikan harga MinyaKita yang mencapai Rp 18.000/liter atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.700/liter.
"Kita akan menjadi D2 untuk minyak goreng ini, sehingga bisa melakukan aktivitas ke pasar langsung. Harapannya dengan gentlement agreement mereka (pedagang) bisa jual di bawah HET," kata Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD Sis Apik Wijayanto dalam Konferensi Pers Persiapan BUMN Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran 2025, di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (27/2).
Sis Apik bilang saat ini ID FOOD memiliki 42 outlet Rajawali Nusindo, 35 outlet Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan 5 outlet GIEB yang tersebar di seluruh Indonesia. Outlet ini nantinya akan memperluas distribusi MinyaKita.
Baca Juga: Stabilkan Harga dan Pasokan, Id Food: Realisasi Distribusi Minyakita 11 Juta Liter
Selain itu, ID FOOD juga bersinergi dengan PT POS, Perum Bulog dan PTPN terkait penyaluran untuk program operasi pasar utamanya saat ramadan hingga jelang lebaran mendatang.
Baca Juga: Jaga Pasokan Jelang Ramadan, ID FOOD Guyur 48.000 Liter MinyaKita Ke Pasar
"Kita sudah mulai lakukan distribusi minyak goreng ini, dipasang harga sesuai yang ditetapkan," ujarnya.
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (27/2) Pukul 15.22 WIB, harga MinyaKita rata-rata nasional mencapai Rp 17.655/liter.
Kenaikan paling tinggi terjadi di Papua Tengah Rp 19.600/liter dan terendah di Kepuluan Riau Rp 16.626/liter.
Baca Juga: ID FOOD Gelar Operasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Lebaran
Selanjutnya: Investor Qatar Bakal Bangun 20.000 Unit Apartemen di Kalibata
Menarik Dibaca: Resep Ayam Ungkep yang Gurih dan Lezat, Stok Menu Buka Puasa dan Sahur Praktis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News