kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Taufiq pernah mau duetkan Rieke dengan Dede Yusuf


Minggu, 09 Juni 2013 / 12:47 WIB
ILUSTRASI. Dugaan serangan dengan senjata kimia di kota Khan Sheikhoun di Idlib yang dikuasai pemberontak, Suriah 4 April 2017.


Reporter: Amal Ihsan Hadian | Editor: Amal Ihsan

BANDUNG. Wafatnya Ketua MPR Taufiq Kiemas menyisakan kedukaan mendalam bagi politisi Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf.

Dede mengaku masih mengingat apa yang dikatakan almarhum saat bertemu dengannya di kediamannya, Kebagusan Jakarta, menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada akhir 2012 lalu. Pada saat itu, Dede belum memiliki pasangan calon untuk wakil gubernur.

Mengetahui itu, Taufiq secara tegas dan lugas meminta Dede agar berpasangan dengan Rieke Dyah Pitaloka. Menurutnya, untuk PDIP, memenangkan Pilgub Jawa Barat sangat penting karena akan menentukan kemenangan secara nasional.

"Beliau bilang, PDIP tidak mau tiga kali kalah dalam Pilgub Jabar. Oleh karena itu, Pak Taufiq meminta saya sebagai Cagub yang diusung Demokrat, mau berpasangan dengan Rieke dari PDIP sebagai Cawagub. Jika koalisi itu terjadi, Pak Taufiq optimistis Pilgub Jabar bisa dimenangkan," ujar Dede dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/6/2013).

Meski tidak terwujud, lanjut Dede, almarhum Taufiq Kiemas pada saat itu sangat serius untuk membangun koalisi bersama Demokrat-PDIP di Pilgub Jabar. Bahkan, Taufiq sempat mengatakan akan berupaya menemui Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina Demokrat.

Kompas.com 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×