kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Tarif travel Bandung-Jakarta naik hingga Rp 15.000


Rabu, 19 November 2014 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Asnil Bambani


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

BANDUNG. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memacu peningkatan biaya operasional sejumlah usaha, termasuk bisnis travel. Untuk mengurangi imbas negatif, tarif travel dinaikkan 5-10% atau Rp 10.000-Rp 15.000 per orang dari tarif sebelumnya.

"Bisnis travel rute Jakarta-Bandung terancam lesu. Kenaikan harga solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter sangat berat buat kami," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Andrew Arristianto di Bandung, Rabu (19/11).

Sebelumnya, tarif travel Bandung-Jakarta ialah Rp 50.000-Rp 75.000, tergantung pelayanan. Besaran kenaikan tarif, lanjut Andrew, disesuaikan dengan lonjakan biaya operasional.

Pasalnya, menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi memiliki multiplier effect, seperti mendongkrak harga suku cadang. Terlebih lagi, kondisi infrastruktur yang kurang mulus membuat sejumlah suku cadang mudah rusak.

"Belum lagi persoalan macet yang membuat boros konsumsi bahan bakar," ujarnya.

Andrew menambahkan, tingginya biaya operasional membuat tarif terpaksa dinaikkan meski kenaikan tarif juga berisiko terhadap minat masyarakat.

"Travel bukan satu-satunya moda transportasi Jakarta-Bandung. Karena itu, masyarakat berpotensi beralih pada moda transportasi lainnya, seperti kereta api ataupun pesawat terbang," imbuhnya. (Reni Susanti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×