kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Tarif Impor AS Mengancam, Indonesia Ajak ASEAN Satukan Sikap


Selasa, 08 April 2025 / 20:25 WIB
Tarif Impor AS Mengancam, Indonesia Ajak ASEAN Satukan Sikap
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat dialog dengan para pelaku ekonomi di Jakarta, Selasa (8/4/2025).


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan tarif impor resiprokal terhadap Indonesia sebesar 32%. Menyikapi hal ini, Pemerintah Indonesia memilih menempuh jalur negosiasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negara-negara ASEAN secara kolektif mencatat surplus neraca perdagangan yang cukup besar terhadap AS, mencapai US$ 239,9 miliar.

Baca Juga: Emiten Komponen Otomotif Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan Tarif Impor AS

Dari kawasan ASEAN, Vietnam mencatatkan surplus tertinggi dengan nilai mencapai US$ 129,4 miliar. Sementara itu, satu-satunya negara ASEAN yang mengalami defisit perdagangan terhadap AS adalah Singapura.

Indonesia sendiri berada di posisi keempat sebagai negara ASEAN dengan surplus perdagangan terbesar terhadap AS, yakni sebesar US$ 19,3 miliar, setelah Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

“ASEAN secara keseluruhan merupakan penyumbang defisit perdagangan terbesar kedua bagi AS setelah China. Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 19,3 miliar, Thailand US$ 48,3 miliar, dan Malaysia US$ 26,1 miliar,” ujar Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Selasa (8/4).

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Impor, MIND ID Beberkan Pengaruhnya ke Sektor Pertambangan

Menanggapi kebijakan tarif dari AS, Airlangga mengungkapkan bahwa negara-negara ASEAN akan menggelar pertemuan dalam waktu dekat guna menyatukan sikap dan langkah bersama menghadapi kebijakan tarif Presiden Trump.

“Kunjungan Presiden ke Kuala Lumpur baru-baru ini sangat strategis, karena menjadi upaya untuk menyatukan langkah negara-negara ASEAN dalam menghadapi kebijakan tarif dari AS,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×