kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tarif baru hutan masih tunggu revisi PP PNBP


Kamis, 13 Maret 2014 / 10:33 WIB
ILUSTRASI. Series Guillermo del Toro’s Cabinet of Curiosities, serial horor fantasi terbaru Netflix yang mengangkat kisah karya horor Guillermo del Toro, siap tayang minggu ini.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rencana pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah No 2/2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Sektor Kehutanan  belum mencapai titik kesepakatan. Akibatnya, penerapan tarif baru pada tahun ini, kemungkinan bisa tersendat.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Hadi Haryanto, kepada KONTAN, Rabu (12/3). Ia menyatakan, revisi regulasi ini masih harus dibahas lagi dengan Menko Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Belum ada kesepakatan soal tarif baru. "Terutama soal pengenaan tarif atas areal yang tidak dieksploitasi," ujar Hadi.

Rencananya Kementerian Kehutanan akan menaikkan tarif pinjam pakai kawasan hutan sampai 45,8%. Tarif tersebut dikenakan untuk berbagai kegiatan di luar sektor kehutanan. Tarif pinjam pakai di hutan lindung saat ini mencapai Rp 3 juta per hektare dan akan naik sekitar 33,3% menjadi sekitar Rp 4 juta per hektare. Sedangkan di hutan produksi, tarif awal sebesar Rp 2,4 juta per hektare menjadi Rp 3,5 juta per hektare.

Revisi peraturan yang dilakukan juga bertujuan untuk menyederhanakan perizinan dan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kehutanan. Tahun ini, target PNBP dari penggunaan kawasan hutan mencapai Rp 640,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×