Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memacu pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Pemerintah menargetkan proyek ini rampung paling lambat 28 Februari 2026, agar masyarakat sudah bisa menempati rumah baru menjelang Lebaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan hunian pascabencana ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fokus pemerintah tidak hanya pada perbaikan fisik, tetapi juga percepatan pemulihan kehidupan sosial masyarakat yang terdampak.
“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Tekanan Transaksi Berjalan Diprediksi Berlanjut di 2026, Defisit Berpotensi Melebar
Hingga saat ini, progres rata-rata pembangunan hunian telah mencapai 47%. Dari total 1.301 unit yang dibangun, sebanyak 1.056 unit berlokasi di Provinsi Aceh dan 245 unit berada di Provinsi Sumatra Utara. Di Aceh, progres di Kabupaten Aceh Tamiang Tahap I bahkan sudah mencapai 100%.
Wilayah lain di Aceh masih terus menyusul, seperti Kabupaten Bener Meriah (55,7%), Aceh Utara (48,1%), Pidie Jaya (19,15%), hingga Kota Subulussalam. Sementara di Sumatra Utara, pembangunan difokuskan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang saat ini progresnya baru menyentuh 28,6%.
Guna mengejar target, Kementerian PU menyiasati kondisi cuaca yang tidak menentu dengan sistem kerja lembur. Pekerjaan struktur dan eksterior digenjot hingga malam hari saat cuaca cerah, sementara bagian interior tetap dikerjakan meski dalam kondisi hujan agar produktivitas konstruksi tidak terhenti.
Metode konstruksi yang digunakan adalah sistem Modular Lite (MOLI). Teknologi modular ini dipilih karena memungkinkan pembangunan tanpa alat berat dan sangat fleksibel untuk lokasi bencana dengan akses terbatas. Selain mempercepat pemasangan, sistem ini diklaim meminimalkan limbah konstruksi dan lebih efisien secara biaya.
Baca Juga: Kesepakatan RI-AS: Indonesia Dilarang Kenakan Pajak Digital Untuk Perusahaan AS
Rumah hunian ini dirancang dengan konstruksi yang durable (tahan lama) dan tahan gempa. Dengan metode ini, Kementerian PU optimistis seluruh hunian dapat segera diserahterimakan sehingga masyarakat terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Selanjutnya: Maghrib Hari Ini 3 Ramadan 1447 H (20/22026), Cek Jadwal Buka Puasa Padang-Pekanbaru
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Banyuwangi Ramadan 2026 Lengkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)