kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Tambang Freeport runtuh lagi, korban bertambah


Sabtu, 01 Juni 2013 / 08:18 WIB
ILUSTRASI. Penjualan kendaraan bermotor di pusat penjualan mobil Tangerang Selatan, Senin (4/10). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/101/2021.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia kembali runtuh. Kejadian tersebut terjadi pada saat kegiatan pemeliharaan tambang sedang dilakukan.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Daisy Primayanti mengatakan, perusahaan menyesali kecelakaan yang terjadi saat dilakukannya kegiatan pemeliharaan yang telah disepakati di tambang bawah tanah DOZ.

"Materi bijih basah (wet muck) terus mengalir dari wadah penampung dan kemudian menutupi truk berikut operatornya," kata Daisy dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (31/5).

Daisy menambahkan, aspek-aspek yang terlibat dalam kecelakaan ini tidak sesuai dengan panduan keselamatan perusahaan dalam hal penanganan wet muck. Kini perseroan sedang melakukan investigasi terkait dengan kejadian tersebut.

Daisy menganggap kejadian ini tidak disebabkan oleh runtuhnya area tambang seperti yang telah dilaporkan secara tidak akurat dan tidak dapat merefleksikan integritas yang telah selalu dilaksanakan di area tambang.

"Operator truk yang terlibat dalam kejadian ini telah dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura dan kini dalam kondisi kritis," tambahnya.

Pihak PT Freeport Indonesia menyatakan sangat sedih dengan adanya kejadian ini dan mendoakan yang terbaik untuk kondisi rekan kerja dan semoga keluarganya dapat menghadapi keadaan yang sulit ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×