Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Malaysia memperbesar peran sawit
Langkah serupa juga dilakukan Malaysia.
Mulai Juni 2026, pemerintah Malaysia resmi menerapkan biodiesel B15 secara nasional dengan meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dari sebelumnya 10 persen menjadi 15 persen.
Pemerintah Malaysia memandang kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus memperbesar konsumsi minyak sawit domestik.
Dengan implementasi B15, kebutuhan minyak sawit untuk sektor energi diperkirakan meningkat dibandingkan saat masih menerapkan B10.
Pemerintah Negeri Jiran juga menegaskan bahwa peningkatan konsumsi domestik tersebut telah diperhitungkan sehingga tidak mengganggu komitmen ekspor minyak sawit yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa negara.
Di sisi lain, implementasi B15 diposisikan sebagai tahapan menuju penerapan B20 secara lebih luas pada masa mendatang.
Untuk mendukung agenda tersebut, Malaysia mulai memperkuat kapasitas industri biodiesel serta infrastruktur distribusi.
Thailand mengurangi ketergantungan impor minyak
Thailand menghadapi tantangan yang berbeda.
Sebagian besar kebutuhan minyak negara tersebut masih bergantung pada impor sehingga setiap gejolak harga minyak dunia langsung memengaruhi biaya energi domestik.
Karena itu, pemerintah Thailand mulai mendorong penggunaan biodiesel B20 dan gasohol E20 sebagai pilihan utama bagi masyarakat.
Pemerintah juga memberikan dukungan harga melalui mekanisme subsidi agar kedua jenis bahan bakar tersebut lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional.
Selain mengurangi impor minyak, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian domestik seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong yang menjadi bahan baku biofuel.
Namun demikian, pemerintah Thailand juga masih menghadapi tantangan berupa biaya produksi biofuel yang relatif lebih tinggi dibandingkan bahan bakar fosil serta masih adanya keraguan sebagian konsumen terhadap performa bahan bakar campuran tersebut.
Vietnam memperluas penggunaan E10
Vietnam juga mulai memperluas penggunaan bensin E10 secara nasional.
Pada tahap awal implementasi, perusahaan distribusi bahan bakar memastikan pasokan etanol dan infrastruktur pencampuran tersedia sehingga distribusi dapat berjalan tanpa gangguan berarti.
Pemerintah Vietnam juga menilai sebagian besar kendaraan yang beredar di negaranya telah memenuhi standar untuk menggunakan bahan bakar E10 tanpa memerlukan modifikasi teknis.
Meski demikian, tantangan tetap muncul dari sisi pasokan etanol domestik yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan jangka panjang sehingga sebagian bahan baku masih perlu diimpor.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan keamanan penggunaan bahan bakar E10.
Tonton: Manufaktur Indonesia Makin Tertekan! Order Turun, Ekspansi Ditunda
Ketahanan energi jadi benang merah
Apabila dibandingkan, setiap negara memang menggunakan pendekatan yang berbeda.
Indonesia dan Malaysia mengandalkan minyak sawit sebagai basis biodiesel.
Thailand mengembangkan biodiesel sekaligus bioetanol berbasis tebu dan singkong.
Vietnam lebih fokus memperluas penggunaan bensin campuran etanol.
Namun, benang merahnya sama.
Negara-negara Asia Tenggara berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, memperbesar pemanfaatan sumber daya domestik, serta memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian pasar energi global.
Pada saat yang sama, kebijakan biofuel juga dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat industri hilir, serta mendukung agenda transisi menuju energi yang lebih rendah emisi.
Di balik ambisi tersebut, masing-masing negara tetap menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari kesiapan pasokan bahan baku, infrastruktur distribusi, biaya produksi, penerimaan konsumen, hingga kesiapan teknologi kendaraan dan mesin.
Perkembangan kebijakan biofuel di Asia Tenggara menunjukkan transisi energi di kawasan tidak hanya bertumpu pada kendaraan listrik atau pembangkit energi terbarukan, tetapi juga melalui optimalisasi sumber daya pertanian yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi negara-negara di kawasan.
Dengan karakteristik ekonomi yang masih bergantung pada sektor agrikultur dan tingginya kebutuhan energi untuk transportasi maupun industri, biofuel menjadi salah satu pilihan yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas domestik.
Sumber:
https://money.kompas.com/read/2026/07/06/184542426/bukan-hanya-indonesia-negara-negara-asia-tenggara-kini-berebut-biofuel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














