kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Tahun Lalu, Defisit Anggaran Capai Rp 783,7 Triliun


Selasa, 04 Januari 2022 / 05:15 WIB


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 mencapai 4,65% dari produk domestik bruto (PDB). Realisasi defisit anggaran ini juga jauh dari perkiraan awal yang sebesar 5,1% hingga 5,4% PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga Desember 2021, APBN mencatatkan defisit sebanyak Rp 783,7 triliun atau setara 4,65% PDB.

“Posisi defisit APBN tahun 2021 turun 17,3% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan tahun 2020 yang senilai Rp 956,3 triliun. Pada tahun 2020, defisit tercatat mencapai 6,09% terhadap PDB,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA 2021, Senin (3/1).

Defisit APBN 2021 terjadi karena pendapatan negara yang diperoleh mencapai Rp 2.003,1 triliun, sementara realisasi belanja negara jauh lebih besar yakni Rp 2.786,8 triliun.

“Pendapatan negara tercatat naik 21,6% yoy dan belanja negara naik 7,4% yoy,” imbuh Sri Mulyani. 

Baca Juga: Melebihi Target, Realisasi Penerimaan Pajak di 2021 Capai Rp 1.277,5 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×