kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Tahun depan, anggaran K/L tak perlu lewat Kemenkeu


Selasa, 29 Oktober 2013 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. Cara Ampuh Mencegah Osteoporosis di Usia Muda


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk memperpendek birokrasi pencairan anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 terkait pengadaan barang dan jasa. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Anggaran Askolani menyebut revisi akan dilakukan khususnya untuk proyek atau kontrak tahun jamak atau multiyears contract.

Dalam revisi tersebut, akan menghapus bagian proses administrasi yang menyebutkan perlu adanya persetujuan Kementerian Keuangan sebelum diberikan untuk disetujui DPR. Nah, dalam aturan baru, tiap kementerian atau lembaga (K/L) dapat langsung menyerahkan dokumennya ke DPR tanpa menunggu persetujuan Kementerian Keuangan.

"Kami lebih ke tugas dan fungsi saja, karena itu bisa langsung dilaksakan oleh K/L," jelas Askolani. Tugas Kemenkeu nantinya hanya memberi guidence apa saja yang harus disiapkan K/L sebelum melakukan pembicaraan dengan DPR.

Selain merevisi Perpres, Kemenkeu pun tengah membuat payung hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk menetapkan apa saja yang perlu disiapkan K/L nantinya. Karena kedepan yang akan menjadi penanggungjawab atas proyek yang bersangkutan adalah K/L itu sendiri bukan lagi Kemenkeu. "PMK itu bisa jadi pedoman untuk K/L," terangnya.

Askolani menilai hal ini dapat menyederhanakan proses administrasi yang ada sebelum anggaran dicairkan. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada lagi pemblokiran anggaran. Dan waktu penyerapan anggaran pun menjadi lebih cepat dibandingkan dengan sekarang karena masih menunggu persetujuan Kemenkeu.

"Sekarang kan harus lewat persetujuan kemenkue satu-satu. Dan itu memperpanjang mekanismenya," pungkas Askolani. Aturan ini diharapkan dapat berjalan secepatnya atau 2014, menunggu revisi Perpres selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×