kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Survei Indikator: Minyak Goreng Menggerus Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi


Minggu, 15 Mei 2022 / 19:28 WIB
Survei Indikator: Minyak Goreng Menggerus Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 5 sampai 10 Mei 2022 menunjukkan bahwa kepuasan terhadap Presiden Jokowi kembali menurun menjadi 58,1%. Adapun 35,1% mengatakan kurang puas/tidak puas pada kinerja Presiden.

Hasil survei kepuasan terhadap kinerja Presiden menurun dibandingkan hasil survei pada April 2022 lalu yaitu 64,1%.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil ini menjadi level terendah dalam enam tahun terakhir.

"Dengan demikian, sejak Januari 2022, approval rating Presiden sudah turun lima kali, meski sempat mengalami rebound pada 20-25 April 2022," kata Burhanuddin salam rilis hasil survei Indikator secara virtual, Minggu (15/5).

Baca Juga: Kepuasan Publik ke Jokowi Menurun, Terendah dalam 6 Tahun Terakhir

Ia menerangkan, secara umum, penurunan approval Presiden Jokowi kali ini disebabkan oleh kesenjangan antara ekspektasi kebijakan dengan realitas di lapangan terkait penanganan minyak goreng.

Indikator Politik Indonesia melihat, ketika ketidakpuasan publik tinggi kepada kinerja Presiden ketika inflasi meninggi dan sebaliknya.

Misalnya ketika Juli 2020 hingga akhir 2021 inflasi rendah, namun approval Presiden hingga 60%. Kemudian kondisi saat ini di mana inflasi meningkat hampir 4%, sedangkan approval Presiden tertekan hingga 58%.

"Kepuasan terhadap kinerja Presiden kembali mengalami penurunan. Approval Presiden mengalami tekanan ketika inflasi tinggi. Sebaliknya ketika inflasi menurun, kepuasan terhadap Presiden meningkat," paparnya.

Ketidakpuasan publik pada kinerja Presiden saat ini dengan alasan harga-harga kebutuhan pokok meningkat. Di mana sebelumnya ketidakpuasan publik terjadi lantaran, merebahkan kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: 58,1% Publik Puas dengan Kinerja Jokowi

Saat pandemi mulai terkendali kini isu yang menjadi sumber ketidakpuasan adalah penciptaan lapangan pekerjaan dan harga kebutuhan pokok yang naik.

"Nomor dua adalah bantuan tidak merata, kitakan saat ini mendengarkan BLT minyak goreng. Serta gagal menangani isu minyak goreng. Jadi empat isu teratas ialah berkaitan isu minyak goreng dari bantuan tidak merata, gagal tangani mafia minyak goreng," ujarnya

Sedangkan alasan yang membuat masyarakat puas dengan kinerja Presiden ialah lantaran Jokowi dinilai sukses bangun infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×