kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Survei BI: Konsumen Mulai Menahan Belanja dan Kurangi Cicilan, Porsi Tabungan Naik


Senin, 11 Mei 2026 / 14:34 WIB
Survei BI: Konsumen Mulai Menahan Belanja dan Kurangi Cicilan, Porsi Tabungan Naik
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja di ritel modern (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Survei Bank Indonesia (BI) mencatat konsumen mulai meningkatkan porsi tabungan pada April 2026 di tengah konsumsi yang cenderung tertahan dan pembayaran cicilan yang menurun.

Hal ini tercermin proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) meningkat menjadi 18,2% pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 sebesar 17,6%.

Di sisi lain, proporsi pendapatan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,1%, relatif stabil namun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 72,2%.

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) turun menjadi 9,7% dari sebelumnya 10,2%.

Baca Juga: Survei BI: Persepsi Konsumen Terhadap Ekonomi Menguat, Tapi Penghasilan Melemah

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat mulai menahan konsumsi dan meningkatkan simpanan di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian ke depan.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, proporsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat menurun pada kelompok pengeluaran Rp 1 juta-Rp 2 juta menjadi 74,6%, kelompok Rp 3,1 juta-Rp 4 juta menjadi 70,0%, serta kelompok di atas Rp 5 juta menjadi 69,9%.

Sementara kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami peningkatan porsi konsumsi.

Di sisi lain, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan juga mengalami penurunan pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta-Rp 3 juta, rasio pembayaran cicilan turun menjadi 9,3%. Sementara pada kelompok Rp 4,1 juta-Rp 5 juta turun menjadi 10,3%, dan kelompok di atas Rp 5 juta turun menjadi 10,9%.

Baca Juga: Survei BI: Keyakinan Konsumen Menguat Tipis pada April 2026

Survei tersebut mengindikasikan rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam mengelola pendapatan dengan meningkatkan tabungan dan mengurangi beban cicilan di tengah konsumsi yang cenderung tertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×