kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.123   9,00   0,05%
  • IDX 7.513   54,63   0,73%
  • KOMPAS100 1.039   10,20   0,99%
  • LQ45 747   0,76   0,10%
  • ISSI 272   3,11   1,16%
  • IDX30 400   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 487   -3,52   -0,72%
  • IDX80 116   0,70   0,61%
  • IDXV30 135   -0,26   -0,19%
  • IDXQ30 129   -0,88   -0,68%

Surplus Neraca Transaksi Berjalan Diproyeksi Hingga 2029, Rupiah Berpotensi Melemah


Senin, 12 Agustus 2024 / 09:14 WIB
Surplus Neraca Transaksi Berjalan Diproyeksi Hingga 2029, Rupiah Berpotensi Melemah
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/7/2024). Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa neraca transaksi berjalan Indonesia akan terus mencatat surplus hingga tahun 2029.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Namun, NPI diperkirakan akan bergerak positif dalam lima tahun ke depan berkat aliran investasi portofolio dan investasi langsung.

Myrdal juga memperkirakan nilai tukar rupiah akan cenderung menguat jika The Fed, Bank Sentral AS, menurunkan suku bunga. 

Jika The Fed menurunkan suku bunga lebih dari 25 basis poin (bps) pada 2024, rupiah bisa menguat ke Rp 15.700 per dolar AS. Jika suku bunga turun 25 bps pada 2025, rupiah bisa mencapai Rp 15.500 per dolar AS. 

Baca Juga: Defisit Neraca Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar Pada Kuartal II 2024

Dengan asumsi The Fed tidak mengubah suku bunga pada 2027 dan harga minyak global stabil, rupiah kemungkinan akan bertahan di sekitar Rp 15.500 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×