Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kinerja neraca perdagangan barang mencapai US$ 3,36 miliar pada September 2026. Kinerja neraca perdagangan barang tersebut tercatat lebih rendah dari Agustus 2026 yang mencapai US$ 3,55 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kinerja neraca perdagangan tersebut utamanya disumbang oleh surplus pada komoditas minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 5,67 miliar. Meski lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 6,09 miliar.
Baca Juga: Data BPS: Kinerja Impor Naik Menjadi US$ 24,23 Miliar pada September 2026
“Komoditas penyumbang surplus pada non migas utamanya berasal dari lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72),” tutur
Sementara itu, neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar US$ 2,31 miliar, dengan defisit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US4 2,54 miliar.
Adapun penyumbang defisit neraca perdagangan migas adalah, hasil minyak dan dari minyak mentah.
Sebagai informasi, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor Indonesia masih lebih besar dibandingkan nilai impor. Pada September 2026, nilai ekspor mencapai US$ 27,59 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 24,23 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 3,36 miliar.
Lebih lanjut, neraca perdagangan secara kumulatif atau sejak Januari hingga September 2026 mencapai US$ 10,61 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 10,61 miliar.
Baca Juga: Inflasi Inti dan Inflasi Harga Diatur Pemerintah Kompak Naik pada Oktober 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














