kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.181   22,00   0,12%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

Surplus Neraca Perdagangan Turun Jadi US$ 3,36 Miliar pada September 2026


Senin, 02 November 2026 / 12:03 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Turun Jadi US$ 3,36 Miliar pada September 2026
ILUSTRASI. Pergerakan ekspor dan impor di Terminal Belawan (ANTARA FOTO/Yudi Manar)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kinerja neraca perdagangan barang mencapai US$ 3,36 miliar pada September 2026. Kinerja neraca perdagangan barang tersebut tercatat lebih rendah dari Agustus 2026 yang mencapai US$ 3,55 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kinerja neraca perdagangan tersebut utamanya disumbang oleh surplus pada komoditas minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 5,67 miliar. Meski lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 6,09 miliar.

Baca Juga: Data BPS: Kinerja Impor Naik Menjadi US$ 24,23 Miliar pada September 2026

“Komoditas penyumbang surplus pada non migas utamanya berasal dari lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72),” tutur

Sementara itu, neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar US$ 2,31 miliar, dengan defisit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US4 2,54 miliar.

Adapun penyumbang defisit neraca perdagangan migas adalah, hasil minyak dan dari minyak mentah.

Sebagai informasi, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor Indonesia masih lebih besar dibandingkan nilai impor. Pada September 2026, nilai ekspor mencapai US$ 27,59 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 24,23 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 3,36 miliar.

Lebih lanjut, neraca perdagangan secara kumulatif atau sejak Januari hingga September 2026 mencapai US$ 10,61 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 10,61 miliar.

Baca Juga: Inflasi Inti dan Inflasi Harga Diatur Pemerintah Kompak Naik pada Oktober 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×