Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan data kinerja impor pada September 2026 mencapai US$ 24,23 miliar, atau naik 18,41 year on year (yoy) atau dibandingkan September 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kinerja impor tersebut paling banyak didorong oleh impor non minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 20,96 miliar atau naik 17,59% yoy. Sedangkan impor non migas mencapai US$ 3,27 miliar atau naik 23,94% yoy.
Baca Juga: BPS: Kinerja Ekspor Naik Menjadi US$ 27,59 Miliar Pada September 2026
“Peningkatan nilai impor secara tahunan utamanya didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 15,33% yoy,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Adapun Ateng menyampaikan, peningkatan impor secara tahunan ini utamanya didorong oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai US4 17,19 miliar atau naik 24,65% yoy, dengan andil peningkatan sebesar 16,61% yoy.
Lebih lanjut, Ateng membeberkan, kinerja impor dari Januari hingga September 2026 mencapai US$ 210,63 miliar atau naik 19,67% yoy. Kinerja impor ini disumbang paling banyak oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai 14,91% dari total impor.
Baca Juga: BPS: Inflasi Pada Oktober 2026 Turun Jadi 0,22%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














