kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Surplus neraca perdagangan sebagai keberuntungan


Rabu, 02 Juli 2014 / 19:22 WIB
Surplus neraca perdagangan sebagai keberuntungan
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Neraca Perdagangan Mei 2014 mengalami surplus USD 69,9 juta. Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih menyebutnya ini sebagai sebuah keberuntungan.

Nilai ekspor paling tinggi ada di crude palm oil (CPO) sebanyak USD 1.936,7 juta. Dan negara penyumbang surplus terbesar adalah India, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Filipina dan Belanda. "Ini lebih ke faktor musiman," ujar Lana kepada Kontan, Rabu (2/7).

Negara seperti India dan Arab memiliki banyak penduduk muslim. Mereka merayakan Lebaran dan otomatis permintaan minyak meningkat.

Lana menghimbau, ekspor ini jangan dijadikan patokan untuk kinerja ke depan. Pasalnya, Indonesia tak bisa mengontrol harga dan permintaan dari luar. "Walaupun kita produsen CPO terbesar," ujar Lana.

Prediksi Lana, bulan depan akan terjadi defisit. Untuk itu, pemerintah lebih baik mengontrol impor non migas agar defisit juga bisa terkontrol. Kecuali ada keberuntungan lagi dari sektor lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×