kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Surplus neraca dagang jumbo, neraca transaksi berjalan diperkirakan berbalik surplus


Minggu, 17 Oktober 2021 / 17:12 WIB
Surplus neraca dagang jumbo, neraca transaksi berjalan diperkirakan berbalik surplus
ILUSTRASI. Surplus neraca dagang jumbo, neraca transaksi berjalan diperkirakan berbalik surplus

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri memperkirakan Neraca Transaksi Berjalan berbalik surplus pada kuartal III 2021, setelah pada kuartal II 2021 mencatat defisit US$ 2,2 miliar atau setara 0,8% Produk Domestik Bruto (PDB). 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, perkiraan surplus Neraca Transaksi Berjalan pada kuartal ketiga tahun ini sebesar 1% PDB.  “Potensi surplus kecil pada kuartal III 2021 ini, salah satunya, tak lepas dari perkembangan perdagangan pada periode tersebut,” ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (15/10). 

Memang, neraca perdagangan pada periode Juli 2021 hingga September 2021 ini membukukan surplus yang cukup jumbo.  Pada Juli 2021, surplus neraca perdagangan barang tercatat US$ 2,59 miliar. Ini didukung dengan capaian ekspor sebesar US$ 17,7 miliar dan impor sebesar US$ 15,11 miliar. 

Surplus neraca perdagangan kembali berlanjut pada Agustus 2021, dan bahkan pada bulan tersebut neraca perdagangan untung US$ 4,47 miliar. Surplus ini yang tertinggi sepanjang sejarah. 

Baca Juga: Harga komoditas meroket, neraca dagang diperkirakan masih surplus

Kinerja perdagangan pada bulan Agustus 2021 juga ditopang dengan nilai ekspor yang sebesar US$ 21,42 miliar dan nilai impor yang sebesar US$ 16,68 miliar. 

Sementara neraca perdagangan September 2021 masih tercatat surplus US$ 4,37 miliar, dengan kinerja ekspor sebesar US$ 20,60 miliar dan kinerja impor tercatat US$ 16,23 miliar. 

Surplus yang ditopang tingginya nilai ekspor ini juga dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas, termasuk komoditas andalan Indonesia, yang tentu saja menjadi berkah bagi negeri. 

Nah, ke depan, Faisal memperkirakan tren tingginya harga komoditas ini akan berlanjut bahkan hingga akhir 2021, seiring dengan krisis energi di beberapa negara dan juga peningkatan pemulihan ekonomi global.  “Sehingga, ini akan mendukung kinerja ekspor Indonesia selama beberapa waktu ke depan,” tambahnya. 

Baca Juga: Surplus neraca dagang tahun ini diperkirakan bisa melebihi tahun 2020

Dengan demikian, Faisal memperkirakan Neraca Transaksi Berjalan di sepanjang 2021 akan mengalami defisit kecil di kisaran 0,2% PDB, atau lebih kecil dari prediksi defisit transaksi berjalan sebelumnya yang sebesar 1,6% PDB. 

Bahkan, Faisal juga tak menutup kemungkinan bila harga komoditas terus melambung, maka Neraca Transaksi Berjalan di sepanjang tahun ini mencetak surplus kecil di kisaran 0,1% PDB.

Selanjutnya: Harga komoditas meroket, neraca dagang diperkirakan masih surplus

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×