kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.064   64,00   0,36%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Suahasil Nazara ditunjuk jadi Wakil Menteri Keuangan mendampingi Sri Mulyani


Jumat, 25 Oktober 2019 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara tiba di Istana Kepresidenan menuhi panggilan sebagai calon wakil menteri, Jumat (25/10). 


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan.

"Diminta untuk bantu memperbaiki berbagai dukungan policy terhadap upaya mempercepat investasi, meningkatkan serapan tenaga kerja pertumbuhan ekonomi sebagai wakil menteri keuangan," ujar Suahasil usai bertemu Presiden Joko Widodo, Jumat (25/10).

Baca Juga: Inilah 7 menteri baru Jokowi mengundang kontroversi publik

Sebelumnya Suahasil masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 9:08 WIB. Sama seperti calon wakil menteri yang tiba lebih dulu, Suahasil mengenakan kemeja putih.

Asla tahu saja, sebelumnya Jokowi mengaku permasalahan mengenai Wamen telah selesai. Latar belakang Wamen pun akan beragam baik dari partai politik mau pun kalangan profesional.

"Jadi diharapkan sore hari ini juga final semuanya dan segera dilantik, secepatnya," ujar Jokowi di kompleks istana kepresidenan, Kamis (24/10).

Jokowi menekankan bahwa Wamen nantinya harus bekerja dengan optimal. Wamen harus memiliki kompetensi untuk dapat membantu pekerjaan menteri ke depan.

Baca Juga: Jadi calon wamen, Suahasil Nazara datang ke Istana pagi ini

Total calon wakil menteri yang dipanggil Jokowi berjumlah 12 orang. Menteri Sekretaris Negara Pratikno bilang jumlah Wamen akan lebih sedikit dari Kabinet Indonesia Bersatu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kita sedikit, zaman Pak SBY dulu kan sampai 18," terang Pratikno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×