kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Status Gunung Merapi turun menjadi siaga


Jumat, 03 Desember 2010 / 10:47 WIB
ILUSTRASI. BAGIAN DARI KOTAK HITAM LION AIR JT 610


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Aktivitas Gunung Merapi mulai mereda. Mulai hari ini (3/12), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan statusnya menjadi siaga.

Penurunan status Gunung Merapi itu berdasarkan pantauan PVBMG. Ada sejumlah aktivitas yang menurun seperti energi gempa, fluida, guguran, amplituda, kejadian awan panas, energi getaran vulkanik, spektrum tremor. Kepala PVMBG Surono mengatakan, semua parameter tersebut menunjukkan adanya kestabilan.

"Secara visual gunung masih tertutup kabut. Kalau cerah masih ada asap dengan ketinggian 500 meter. Tadi pagi 700 meter. Belerang menurun, emisi gas SO2 200 sampai 300 kiloton. Sangat kecil," jelasnya, Jumat (3/12).

Kendati status menjadi siaga, Surono mengatakan Gunung Merapi masih berpotensi memuntahkan lahar pijar berupa erupsi awan panas mengarah ke selatan. Untuk itu, dia menyarankan masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari puncak Merapi.

"Diperkirakan, jika terjadi aliran awan panas akan mengarah ke Kali Gendol, Kali Kuning, dan Kali Boyong. Potensi bahaya sekunder berupa lahar hujan, dapat terjadi di semua alur yang berhulu di Gunung Merapi," jelasnya.

Asal tahu saja, Gunung Merapi berstatus awas. Status ini ditetapkan sejak 25 Oktober lalu karena terjadinya peningkatan aktivitas gunung tersebut. (Wilem Jonata/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×