kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Merapi meletus, PLN merugi Rp 55 M


Selasa, 23 November 2010 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. Waskita Beton Precast WSBP


Reporter: Femi Adi Soempeno,

YOGYARTA. Kerusakan aset distribusi milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat letusan Merapi mencapai Rp 55,8 miliar. Kerusakan itu terjadi di wilayah sekitar lereng Merapi di daerah Yoggyakarta, Magelang, dan Klaten.

"Kerusakan infrastruktur seperti jaringan tegangan menengah, recloser, trafo, jaringan tegangan rendah, dan instalasi listrik rumah tangga mencapai kerugian sebesar Rp 55,8 miliar. Namun, jumlah itu masih diteiti kembali," kata Staf Ahli Kementrian ESDM Hadi Purnomo, Selasa, (23/11/2010), dalam jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jogja.

Seperti diberitakan Tribunnews, kerusakan itu terjadi karena terkena dampak langsung terkena material muntahan Gunung Merapi. Jaringan kabelnya terputus karena adanya pohon-pohon yang tumbang, terkena debu, dan sebagainya.

Untuk itu, PLN melakukan upaya pemulihan jaringan-jaringan listrik, terutama di daerah yang sudah dinyatakan masuk zona aman. Upaya itu dilakukan sejak tida minggu lalu. Termasuk ketika radius zona bahaya diturunkan beberapa waktu lalu.

"Sudah hampir semuanya. Kecuali ada beberapa daerah y belum diselesaikan. Karena tingkat kerusakannya sangat parah sehingga membutuhkan waktu perbaikannyua lebih lama," ujar Hadi.

Infrastruktur yang mengalami rusak parah itu sebagian masih berada di zona berbahaya Merapi. "Kita menunggu instruksi PNPB sampai status. Merapi dinyatakan aman," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×