kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Standar Konsumsi Jemaah Haji Diperketat, Porsi dan Gizi Ditingkatkan


Kamis, 23 April 2026 / 15:14 WIB
Standar Konsumsi Jemaah Haji Diperketat, Porsi dan Gizi Ditingkatkan
ILUSTRASI. Standar Konsumsi Jemaah Haji Diperketat, Porsi dan Gizi Ditingkatkan (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MADINAH. Pemerintah memastikan kualitas konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah tetap terjaga, baik dari sisi gizi, porsi, maupun ketepatan waktu distribusi.

Kepala Bidang Konsumsi Daker Madinah, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa setiap makanan yang akan dibagikan kepada jemaah terlebih dahulu melalui proses uji sampel atau meal test. Sampel makanan tersebut dikirim ke Daker untuk diperiksa sebelum didistribusikan.

“Jadi dari karbohidrat, protein maupun sayur. Untuk konsumsi Jemaah Haji, gramasi untuk nasi, karbohidrat 170 gram Untuk lauk itu 80 gram Untuk sayur 75 gram Lalu selain itu semua diberikan buah dan air mineral 600 ml,” tutur Indri di Kantor Urusan Haji Madinah, Kamis (23/4/2025).

Baca Juga: BPK Soroti Celah Pengawasan Pajak Nikel, Berpotensi Tekan Penerimaan

Ia menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan memastikan konsumsi yang diterima jemaah benar-benar sesuai ketentuan, baik dari segi gramasi maupun kualitas. Dengan begitu, standar pelayanan makanan dapat tetap terjaga selama operasional haji berlangsung.

Dalam satu porsi makanan, komposisi gizi telah diatur secara rinci. Untuk karbohidrat berupa nasi ditetapkan sebanyak 170 gram. Sementara lauk sebagai sumber protein disiapkan 80 gram, dan sayur sebanyak 75 gram. Selain itu, jemaah juga mendapatkan buah serta air mineral kemasan 600 ml.

Menurut Indah, standar gramasi tersebut disusun berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, khususnya tim gizi, serta melibatkan akademisi dari Politeknik Pariwisata. Hal ini dilakukan agar kebutuhan nutrisi jemaah terpenuhi secara seimbang selama menjalankan ibadah.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini terdapat peningkatan pada porsi gizi, terutama protein. Jika pada tahun sebelumnya protein hanya 75 gram, kini ditingkatkan menjadi 80 gram. Begitu pula dengan porsi nasi yang naik dari 150 gram menjadi 170 gram. Peningkatan ini mengikuti rekomendasi Kementerian Kesehatan guna mendukung kondisi fisik jemaah.

Untuk jemaah lanjut usia (lansia), pengaturan konsumsi dilakukan secara lebih fleksibel. Kebutuhan makanan lansia disesuaikan berdasarkan permintaan Ketua Kloter yang kemudian disampaikan kepada petugas konsumsi di sektor dan diteruskan ke dapur penyedia makanan.

Baca Juga: Pemerintah Yakin Target Investasi Rp 2.041 Triliun Tercapai di 2026

Di sisi lain, jemaah juga diimbau untuk disiplin dalam mengonsumsi makanan sesuai waktu yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Adapun batas waktu konsumsi yang ditetapkan yakni makan pagi hingga pukul 09.00 waktu setempat, makan siang hingga pukul 15.00, dan makan malam hingga pukul 21.00. Dengan kepatuhan terhadap jadwal tersebut, diharapkan kondisi kesehatan jemaah tetap optimal selama berada di Tanah Suci.

Lebih lanjut, terkait dengan temuan makanan basi dan tidak layak konsumsi, Indah menyebut pihaknya akan segera meminta pihak katering untuk mengganti makanan jemaah.

“Kalau waktunya mepet diganti makanan cepat saji, namun kalau masih ada waktu dimasak kembali,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×