kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Sri Mulyani sebut ada indikasi inflasi jelang akhir tahun 2020


Kamis, 26 November 2020 / 10:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti pertemuan KTT G20 tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, 22 November 2020.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Menurut bank sentral, penyumbang utama inflasi akan datang dari kenaikan harga ayam daging ayam ras sebesar 0,09% mom, telur ayam ras sebesar 0,04% mom, bawang merah sebesar 0,03% mom, cabai merah dan cabai rawit masing-masing 0,02%.

Selain itu, inflasi juga bakal datang dari komoditas minyak goreng, tomat, bawang putih, dan jeruk, yang masing-masing mengalami peningkatan harga sebesar 0,01% mom.

Baca Juga: CORE: BI berpeluang turunkan suku bunga acuan maksimum 50 bps ke level 3,5% di 2021

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy juga melihat adanya peluang kenaikan harga barang alias inflasi di kuartal IV-2020.

"Setelah Oktober mengalami inflasi 0,07% mom, tren inflasi masih bisa terus berlanjut hingga akhir tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (24/11).

Selanjutnya: Pelaku pasar khawatir peningkatan kasus covid-19 di AS, rupiah menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×