kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Sri Mulyani: Saya sehat dan terus melakukan tugas secara penuh


Minggu, 15 Maret 2020 / 20:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan dalam acara 'Indonesia Economic and Investment Outlook 2020' di Jakarta, Senin (17/2/2020). Menkeu menyampaikan kebijakan pemerintah tentang insentif fiskal untuk mendorong investasi yang beberapa


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan dirinya dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara secara penuh di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19). 

Sebab sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah dinyatakan positif terjangkit Corona dan tengah menjalani perawatan serta isolasi di rumah sakit. 

Dalam unggahan melalui akun Instagram @smindrawati, ia bahkan mengabarkan bahwa tetap bekerja penuh sepanjang akhir pekan ini, termasuk melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kemenkeu. 

Baca Juga: Stimulus pajak melawan dampak corona bebani penerimaan pajak

"Sabtu minggu ini, saya bekerja penuh melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kemenkeu untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid19). Rapat dengan video untuk mengurangi potensi penularan virus Covid19, tapi tetap efektif dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan tugas Kemenkeu,” tulis Sri Mulyani. 

Dalam rapat koordinasi dengan jajaran pimpinan Kemenkeu tersebut, Sri Mulyani mengatakan setidaknya ada lima keputusan penting yang diambil. 

Pertama, Kemenkeu menerbitkan Surat Edaran bagi kementerian dan lembaga agar mampu mengalokasi dan memprogram ulang anggarannya masing-masing untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. 

Baca Juga: Tertekan 3,76% di minggu lalu, bagaimana nasib rupiah pekan depan?

“Semua menteri harus memfokuskan belanja untuk mencegah dan menangani dampak penyebaran virus Corona,” tuturnya. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×