kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sri Mulyani lanti eselon I Kemenkeu, ini pesan-pesannya


Kamis, 03 Oktober 2019 / 21:02 WIB
Sri Mulyani lanti eselon I Kemenkeu, ini pesan-pesannya
ILUSTRASI. Sri Mulyani Lantik Pengganti Dadang Suwarna

Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melantik pejabat Eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu Suminto sebagai Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional, Kamis (3/10). 

Selain itu, Menkeu juga melantik Kabul Wijayanto sebagai Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, serta Sunari sebagai Direktur Penghimpunan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Baca Juga: Pemerintah mengejar penerimaan pajak dalam tiga bulan, ini saran DDTC

Di tengah kondisi global yang mengalami tekanan yang signifikan, Sri Mulyani menyampaikan, kondisi perekonomian domestik sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Pada level internasional, Indonesia menurutnya juga telah dipandang sebagai negara yang berpengaruh. 

“Oleh karena itu, saya berharap Saudara Suminto untuk tidak menerima tugas ini sebagai suatu penugasan business as usual. Salah satunya di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), sekarang kita diminta sebagai observer. Itu perlu untuk terus ditingkatkan karena selama ini mungkin kita hanya sekedar sebagai anggota,” tutur Menkeu kepada Suminto yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Pengeluaran Negara di Kemenkeu. 

Menkeu berharap pejabat baru dapat mendorong peningkatan peran Indonesia di mata dunia. Terutama dalam menyuarakan berbagai pemikiran untuk menciptakan tata ekonomi dunia yang adil dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Analis: Tahun depan penerbitan obligasi akan lebih baik dibanding dua tahun lalu

Di kesempatan ini pula, Sri Mulyani menekankan peran penting BPDP Kelapa Sawit untuk terus mendorong industri kelapa sawit di Indonesia semakin memiliki reputasi baik. 

Oleh karena itu, para direktur di BPDP tersebut harus dapat bekerja dan menciptakan strategi perencanaan pengelolaan dana kelapa sawit agar lebih berdampak positif bagi kalangan yang lebih luas. 

“Bagaimana membuat industri kelapa sawit di Indonesia dan perkebunan kelapa sawit mampu membangun reputasi yang makin baik di dunia internasional mampu dilihat sebagai suatu aktivitas ekonomi yang memberikan dampak positif bagi sosial ekonomi,” tandas Sri Mulyani. 

Baca Juga: Lima janji La Nyalla Mattalitti setelah terpilih sebagai Ketua DPD

 




TERBARU

×