kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.857   14,00   0,08%
  • IDX 8.218   -47,48   -0,57%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 831   -8,76   -1,04%
  • ISSI 295   -1,02   -0,34%
  • IDX30 433   -2,76   -0,63%
  • IDXHIDIV20 518   -3,55   -0,68%
  • IDX80 129   -1,20   -0,92%
  • IDXV30 143   -0,15   -0,10%
  • IDXQ30 140   -1,14   -0,81%

Sri Mulyani: Kondisi ekonomi Indonesia akan pulih di kuartal III dan IV


Rabu, 17 Juni 2020 / 22:22 WIB
Sri Mulyani: Kondisi ekonomi Indonesia akan pulih di kuartal III dan IV
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/foc.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini memang bertumbuh pada kebijakan pemerintah dalam hal ini bantuan sosial. Yang penting, Andry bilang, anggaran perlindungan sosial harus digelontorkan secara berkala dan tepat sasaran.

Baca Juga: Wall Street dibuka menghijau di tengah harapan pemulihan ekonomi yang cepat

Tak kalah penting, dukungan kredit modal kerja bagi UMKM harus segera disalurkan dan dipermudah. Di sisi lain, ada pelonggaran PSBB paling tidak memberikan dampak ke usaha sektor usaha yang selama ini terpengaruh dengan adanya pembatasan transaksi.

Hanya saja, Andry bilang second wave Covid-19 yang telah berlangsung di China dan mengancam beberapa mitra dagang Indonesia akan jadi batu sandungan di tengah jalan pada pengujung tahun. Pelemahan ekonomi global karena second wave memicu lesunya barang impor seperti bahan baku, sehingga menghambat produksi dalam negeri.

“Data BPS juga menunjukkan impor dan ekspor melemah dan ini sepertinya masih berlangsung. Tapi masih ada peluang dari ekspor komoditas. Aktivitas industri di China kembali berjalan, sehingga tentunya ada permintaan dari ekspor domestik,” ujar Andri.

Sampai dengan akhir tahun Bank Mandiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,2%, di mana secara berurutan pada kuartal II-2020 di level minus 3,44%, kuartal III-2020 minus 0,19%, dan kuartal IV-2020 yakni 1,62%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×