kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Sri Mulyani ingin tak ada ketidakpastian ekonomi


Selasa, 07 Februari 2017 / 13:12 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa stabilitas dan konsistensi kebijakan pemerintah menjadi hal yang tak boleh diabaikan pada tahun ini. Menurut dia, hal itu penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tahun ini. 

"Pemerintah tidak menjadi faktor yang menyebabkan ketidakpastian," kata wanita yang akrab disapa Ani itu, di Jakarta, Selasa (7/2).

Seperti diketahui, sepanjang 2016, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,02%. Meskipun tak mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P), namun laju perekonomian naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,79%.

Oleh sebab itu, Ani berharap stabilitas dan konsistensi kebijakan pemerintah kembali dapat mendorong perekonomian Indonesia di 2017 ini.

Optimistis

Dengan adanya stabilitas dan konsistensi kebijakan pemerintah, Ani berharap pertumbuhan konsumsi nasional dapat terjaga seperti rata-rata pertumbuhannya 10 tahun terakhir, yakni sekitar 5%.

Dari sisi investasi, Ani optimistis tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu. Optimisme tersebut didasarkan pada proyeksi pertumbuhan kredit menurut Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dua lembaga tersebut memproyeksi pertumbuhan kredit di tahun ini akan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Selain iru, pasar modal yang cukup kondusif juga dapat menjaga momentum investasi.

"Kemudian dari BUMN, Penyertaan Modal Negara yang kita berikan dua tahun berturut-turut, 2015-2016, diharapkan di 2017 ini menunjukkan hasilnya," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Terakhir, dari sisi ekspor, Ani berharap dinamika politik global tidak mengganggu permintaan produk dan komoditas ekspor dari Indonesia.

"Secara umum kinerja perekonomian 2016 sudah memberikan banyak sinyal positif meskipun suasana internasional menekan kita. Kita ingin menjaga momentum positif itu," pungkasnya. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×