kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Sri Mulyani Bakal Cari Pinjaman Luar Negeri Hingga Rp 128 Triliun di Tahun 2025


Minggu, 29 Desember 2024 / 14:27 WIB
Sri Mulyani Bakal Cari Pinjaman Luar Negeri Hingga Rp 128 Triliun di Tahun 2025
ILUSTRASI. Pemerintah menetapkan alokasi pembiayaan pinjaman (neto) dalam APBN 2025 sebesar Rp 133,3 triliun, yang mayoritas dari pinjaman luar negeri


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia menetapkan alokasi pembiayaan pinjaman (neto) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 133,3 triliun.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 31,6% dibandingkan outlook tahun 2024.

Secara rinci, pinjaman neto tersebut terdiri atas pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,2 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 128,1 triliun.

Pinjaman dalam negeri neto pada tahun 2025 dialokasikan sebesar Rp 5,2 triliun. Alokasi ini berasal dari penarikan pinjaman dalam negeri bruto sebesar Rp 11,8 triliun, dikurangi pembayaran cicilan pokok pinjaman sebesar negatif Rp 6,6 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan target APBN 2024 yang sebelumnya negatif Rp 636,2 miliar. Meski begitu, angka tersebut masih lebih rendah dari outlook 2024 yang mencapai Rp 20 triliun akibat percepatan penarikan dalam tahun berjalan.

Baca Juga: Rencana Penerbitan SBN Melonjak 42% di Tahun 2025

Sementara itu, sebagian besar pembiayaan pinjaman neto di tahun depan masih didominasi oleh pinjaman luar negeri, yang ditargetkan sebesar Rp 128,1 triliun. 

Namun, pemerintah memastikan bahwa pengelolaan pinjaman luar negeri dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap utang luar negeri. Dalam jangka panjang, pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan porsi pembiayaan dari sumber-sumber dalam negeri.

"Peran penting pinjaman luar negeri tidak dapat dipungkiri dalam mendukung pendanaan proyek terutama proyek infrastruktur," tulis pemerintah dalam Buku II Nota Keuangan APBN 2025, Minggu (29/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×