kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Sri Mulyani akui pembatasan impor berdampak pada penurunan ekspor


Rabu, 18 September 2019 / 21:40 WIB

Sri Mulyani akui pembatasan impor berdampak pada penurunan ekspor
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan Tanjung Priok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berusaha untuk mengerem impor dengan tujuan mempersempit defisit neraca transaksi berjalan (TB) atau Current Account Deficit (CAD). Namun, rupanya ini memiliki potensi untuk memunculkan persoalan di sektor lain.

Impor pada Agustus 2019 lalu tercatat turun sebesar 15,6% (yoy) menjadi US$ 14,20 miliar. Namun, ini menjadi indikator yang tidak baik bagi sisi produksi, ekspansi, dan terutama investasi.

Baca Juga: Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia masih sehat

"Karena impor kita ini mayoritas adalah bahan baku dan barang modal, berarti memang ada korelasi antara keputusan penurunan impor yang baik untuk CAD kita, dengan kondisi tiga sektor tersebut," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Rabu (18/9).

Namun, inilah yang disebut dengan adjustment policy, yang memang harus dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah juga tetap berjanji akan berusaha menjaga kestabilan iklim ekonomi di Indonesia sehingga nantinya produksi, ekspansi, dan investasi tetap bisa tumbuh.

Salah satunya dengan masih mengandalkan kebijakan fiskal untuk menjaga momentum yang ada. Hal ini dengan memberikan insentif-insentif yang dirasa memang diperlukan.

Sebagai tambahan informasi, realisasi investasi sepanjang semester I-2019 masih berjalan mulus. Pertumbuhan investasi tercatat sebesar Rp 395,6 triliun.

Baca Juga: Harga timah turun seiring pelemahan data ekonomi China

Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 212,8 triliun atau naik 4% year on year (yoy). Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 182,8 triliun, angka ini lebih tinggi 16,4% dari periode sama tahun lalu.


Reporter: Bidara Pink
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×