kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Soal Sanksi FIFA, Jokowi: Keputusan Apapun Kewenangan FIFA


Rabu, 05 Oktober 2022 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober lalu.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sepenuhnya keputusan yang bakal dikeluarkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober lalu.

Jokowi mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino melalui telepon pada Senin (3/100. Dalam komunikasi tersebut, Jokowi menyebut dirinya dan Presiden FIFA membahas mengenai tragedi di Kanjuruhan hingga penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di tahun 2023.

"Hari Senin malam saya telah bertelepon langsung berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino. Berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang dan juga berbicara mengenai FIFA U20 (Piala Dunia U20)," kata Jokowi dalam Keterangan Presiden di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (5/10).

Baca Juga: Dalam 3 Minggu Lagi, TGIPF Laporkan Hasil Penelusuran Tragedi Kanjuruhan

Namun kembali mengenai potensi Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada federasi sepakbola dunia tersebut.

"(Di telepon kami) Berbicara banyak, tapi keputusan apapun adalah kewenangan FIFA," tegasnya.

Sebagai informasi, tragedi di stadion Kanjuruhan terjadi usai laga laga antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya. Dimana akibat tragedi tersebut menimbulkan lebih dari 100 korban meninggal dunia dan ratusan luka-luka.

Atas tragedi tersebut Presiden Jokowi meminta agar tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan dapat mengungkapkan secara tuntas tragedi tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×